About these ads
Beranda > Berita Terbaru > Sidang Gugatan Hasil Pilkada Lotim – Para Pihak Saling Bantah

Sidang Gugatan Hasil Pilkada Lotim – Para Pihak Saling Bantah

Penasaran dengan kelanjutan sidang kedua, gugatan SUFI terhadap KPU Lotim? Ini dia berita yang dikutip dari situs resmi MahkamahKonstitusi.go.id, beserta risalah bentuk tertulis selama persidangan.

Sidang pembuktian perkara PHPU Kabupaten Lombok Timur 2013 – Perkara No. 57/PHPU.D-XI/2013 – digelar oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Senin (3/6/2013) siang.

Pada persidangan kedua ini, Termohon mengklarifikasi mengenai formulir C1-KWK dan suara sah maupun tidak sah dalam Pemilukada. Diikuti kemudian dengan dengan Pihak Terkait membantah adanya politik uang, keterlibatan PNS dalam kampanye dan sebagainya.

Sementara Pemohon (Pasangan No. Urut 3 Sukirman Azmy dan M. Syamsul Luthfi) dengan kuasa hukumnya, Hulaian, menghadirkan sejumlah saksi.

Pihak Termohon (KPUD Kabupaten Lombok Timur) melalui kuasa hukumnya, Ihsan Asri, menjelaskan soal formulir C1-KWK yang menurut Pemohon tidak diberikan kepada para saksi.

"Menurut kami sudah diberikan semua kepada kepada para saksi dan nanti ada di alat bukti suara,” kata Ihsan kepada Majelis Hakim yang dipimpin Hakim Konstitusi M. Akil Mochtar.

Ihsan membantah juga terjadinya penggelembungan suara yang dituduhkan Pemohon. "Ternyata tidak ada penggelembungan suara. Yang dipakai oleh Pemohon dalam permohonannya diambil dari rekapitulasi yang dibuat oleh kepala desa, tidak diambil dalam Berita Acara yang dibuat oleh KPPS,” jelas Ihsan.

Selain itu, Ihsan menampik tentang surat suara sah dan suara tidak sah karena ada Pemilukada yang bersamaan antara gubernur dan wakil gubernur. ”Menurut kami wajar saja karena bisa saja hak pemilih, satu memilih gubernur, satunya tidak memilih gubernur,” dalih Ihsan.

Pihak Terkait (Pasangan No. Urut 1 H.M. Ali Bin Dahlan dan H. Haerul. Warisin) melalui kuasa hukumnya, D. A. Malik menjelaskan mengenai pembagian kupon berstempel. Termasuk juga money politics, keterlibatan PNS saat kampanye dan pembagian pupuk.

"Mengenai money politics, pembagian pupuk, keterlibatan PNS dalam kampanye maupun stempel kupon itu tidak benar. Nah, kami nanti akan buktikan dalam persidangan ini bahwa memang kami dari Pihak Terkait ada stempel khusus,” kata Malik.

"Justru sebaliknya, kami akan membuktikan bahwa ternyata incumbent-lah atau Pemohon yang selalu menggerakkan PNS dalam kampanye-kampanyenya,” tambah Malik.

Usai tanggapan dari Termohon maupun Pihak Terkait, sidang menghadirkan beberapa Saksi Pemohon.

Saksi Pemohon: L. D. Sadrah menerangkan tidak diberikannya formulir C1-KWK oleh Termohon. Sadrah mengatakan, karena tidak diberi formulir, ia merekap hasil penghitungan suara melalui HP para saksi, serta melalui laporan secara lisan.

Saksi Pemohon: Saparudin, membenarkan soal tidak diberikannya formulir C1-KWK oleh Termohon. "Intinya adalah tidak semua saksi kami menerima C1-KWK. Saat hari pemungutan suara dan penghitungan suara, kami langsung meminta kepada seluruh saksi untuk mengantarkan hasil rekapitulasi itu kepada posko pemenangan,” imbuh Saparudin.

Saksi Pemohon: Sura’yah menjelaskan bahwa dalam rapat pleno ia sempat berinterupsi untuk meminta form C-1 dan D-1 dari PPK. "Tetapi, semua PPS dan panwas malah meneriakkan seolah-olah mengolok karena saya berinterupsi mengatakan tidak mendapatkan form C-1 dan D-1,” tandas Sura’yah

Risalah persidangan kedua, dalam bentuk tertulis dari rekaman suara pada persidangan di Mahkamah Konstitusi tersebut, dapat diunduh disini.

Sumber: Mahkamah Konstitusi (MK)

Sementara itu hingga hari Senin, 3 Juni 2013, jalan-jalan terdekat menuju kantor KPU Kabupaten Lombok Timur masih dipasangi kawat berduri.

About these ads
  1. jerowae
    13 Juni 2013 pukul 07:15

    kalah menag adalah hal yg harus dterima utuk itu berbesar hatilah menerima kekalahan jangan membuat situasi makin keruh, rakyat sudah pintar memilih mana yang terbaik menurut mereka,

  2. Tangguh
    9 Juni 2013 pukul 21:50

    orang yang takut kalah, tidak punya nyali dalam berdemokrasi
    terima sajalah kekalahan ini, memang sudah tidak dipercayakan lagi sama rakyat lombok timur. kalau kalah artinya lebih banyak yg tidak percaya lagi. lebih bai ikuti jalan sufinya, menyepi tanpa terjun lagi ke dunia politik, itu akan lebih mendekatkan diri kepada Robb…

  3. zuke
    8 Juni 2013 pukul 17:02

    Yang kalah dn tdk trpilih hrs brjiwa besar donk..hak demokrasi yg paling mndasar ada pd pemilih…tdk bs d tukar dengan apapun…

  4. Amaq Rodiah
    7 Juni 2013 pukul 01:27

    Lhaa kebagus nasib sak aran saksi Herma Yani. Wah te beng kepeng 20 yu, ampok mauk jalan-jalan aneng jakarta nginep lek hotel mewah, mangan nginem tetanggung gratis… Iye wah sak aran berkah pilkada mno meton…

    Tiket pesawat doang bolak balik ajianne jutaann… nginep mangan nginem jutaan… keh pire jari total no?

  5. Abdu Shamad
    6 Juni 2013 pukul 23:04

    Sejujurnya KPU itu dikendalikan Sufi, incumben. Ketuanya jelas partisan Sufi, lihat masalah ketika rekrut petugas pps/kpps, penetapan dps/dpt, dan masalah C1 KWK KPU yg disiapkan hanya 2 rankap adalah rekayasa bersama KPU dan Sufi incumben. Apa susahnya dibuat rangkap 5 atau 6. Sementara saksi akan diberikan foto copy salinannya, lalu kapan, dimana akan difoto copy ? Hal ini diketahui Alkhaer pd H-2, shg dg inisiatif sendiri segera membekali saksi Alkhaer dg formulir petikan C1 KWK KPU yang ditandatangani saksi-saksi TPS. Alhamdulillah peluang manipulasi angka hasil perhitungan suara menjadi sulit bagi pihak yg mau curang dalam Pemilukada Lombok Timur kali ini. Mengapa Sufi selaama ini tdk pernah bersikap kritis thp KPU, dan baru sekarang ini, di Jakarta ?

  6. 5 Juni 2013 pukul 13:53

    kalau udh kalah ya trima aja dg legowo jngn main protes mlulu jntelmen dkit dung sufi….

  7. 5 Juni 2013 pukul 13:48

    sufi xerah aja bukti2 mu palsu smua…

  8. 5 Juni 2013 pukul 11:11

    Kuatkan Tekad-mu untuk Rakyatmu wahai Sufi………ku,…………yaqinlah Engkau bersama Robb menuju kebanaran sejati yang diredhoi Ilaihi Robb…………….Do’a Rakyatmu mengiringi langkahmuj…………………….Amin……………..

  9. 5 Juni 2013 pukul 11:05

    Ya…. Allah jika ada sesuatu yang Bengkok oleh Perbuatan Hamba-Mu di Pilkada Lotim ini, Luruskanlah ia Yaa Robb………dan Tunjukkan jalan kelurusan-Mu atas Redho-Mu ,dan berikanlah kekuatan dan ketabahan serta kelapangan hati bagi Pejuang kebenaran dalam jalan-Mu, Amin ………………….

  10. Adji
    5 Juni 2013 pukul 07:29

    Baca-baca risalah sidangx puanjang amir 131 lembar! Habis sebungkus rokok nech 5 gelas kopi. Untunglah msi ada jatah

  11. Andi
    5 Juni 2013 pukul 07:21

    Ya slama sudi jadi saksi, trus statusnya kepala sekolah, itu sama saja artinya ikut aktif politik. Apalagi sampe pergi merekam kampanye pasangan laen.

  12. afseng
    4 Juni 2013 pukul 18:27

    Pantang mundur.maju terus sufi

  13. jerowae
    4 Juni 2013 pukul 08:12

    SMS……SUFI Mundur Saja……

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 341 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: