Tentang iklan-iklan ini

Arsip

Posts Tagged ‘risalah sidang’

Sidang Terakhir Gugatan SUFI Digelar Senin 10 Juni 2013

5 Juni 2013 12 komentar

SIDANG terakhir gugatan SUFI – pembuktian perkara PHPU Kabupaten Lombok Timur 2013 digelar di Mahkamah Konstitusi (MK), dan dijadwalkan berlangsung Senin, 10 Juni 2013.

SEKILAS SIDANG KE-EMPAT

“Hari ini adalah sidang terakhir untuk memeriksa saksi-saksi Pemohon yang belum selesai pada sidang sebelumnya,” kata Hakim Konstitusi M. Akil Mochtar selaku pimpinan sidang.

Saksi Pemohon bernama Sapawi bersaksi bahwa rekapitulasi penghitungan suara pada 18 Mei 2013. “Saksi-saksi dari semua pasangan calon hadir, dari nomor urut 1 sampai 4. Semua saksi menandatangani formulir kosong setelah selesai rekapitulasi penghitungan suara,” ujar Sapawi.

Sebelumnya, Sapawi mengajukan keberatannya terkait proses pelaksanaan rekapitulasi penghitungan suara dari tingkat TPS, PPS dan PPK di Kecamatan Sambelia. Ia mengatakan, persoalan yang terjadi bahwa dari 63 TPS dan 63 saksi yang tersebar di Kecamatan Sambelia, hanya tiga saksi yang diberikan formulir C1-KWK.

Saksi Pemohon berikutnya, Ihsan, sebagai saksi di TPS Desa Masbagik Utara menjelaskan bahwa ia tidak diundang saat rekapitulasi penghitungan suara Pemilukada Lombok Timur 2013. Namun ia tetap mendatangi tempat rekapitulasi penghitungan suara, yang ternyata sudah selesai dilakukan rekapitulasi penghitungan suara.

“Malah saya langsung diminta tanda tangani hasil rekapitulasi penghitungan suara. Di PPS Desa Masbagik Utara, yang memperoleh suara terbanyak adalah pasangan nomor urut 1. Sedangkan pasangan nomor urut 3 berada di urutan ketiga dalam perolehan suara,” jelas Ihsan.

Selanjutnya, hadir Saksi Pemohon bernama Khairul sebagai Kepala Desa Masbagik Utara Baru. Ia menerangkan terjadinya pembongkaran kotak suara di Desa Masbagik Utara Baru.

“Saya menerima dan mendengar langsung dari Ketua PPS di desa kami, Amrin Husin. Bahwa memang benar telah terjadi pemaksaan pembongkaran kotak suara yang tersegel, dilakukan oleh Ketua PPK Kecamatan Masbagik atas perintah dari Kabupaten,” jelas Khairul.

Berikutnya, ada Saksi Pemohon bernama Ridwan yang menceritakan adanya praktik politik uang di Kecamatan Masbagik.

“Saya diberi uang Rp 250 ribu dari salah satu tim pemenangan pasangan calon nomor urut 1. Namanya Tanwir. Uang itu dikasih pada sore hari, tiga hari sebelum pencoblosan. Tepatnya tanggal 10 Mei 2013,” ungkap Ridwan.

“Ketika dikasih uang dari Pak Tanwir, beliau berpesan kepada saya, ‘Ingat Nomor Satu’. Akhirnya saya coblos pasangan nomor urut 1. Padahal sebelumnya saya mau mencoblos pasangan nomor urut,” tandas Ridwan apa adanya kepada Majelis Hakim.

Download risalah sidang terakhir disini.

Ucapan Ketua Majelis Hakim: M. Akil Mochtar sesaat sebelum mengetuk palu, pkl 15:54 WIB:

Oke. Sudah selesai saksi semuanya, ya. Pemohon, Termohon, Terkait, saya kira, cukup saksi ini untuk didengar keterangannya. Tinggal sekarang, bukti tadi sudah kita sahkan. Saudara-Saudara, diberi kesempatan untuk menyampaikan kesimpulan masing-masing dalam persidangan ini, baik Pemohon, Termohon, dan Terkait. Batas waktunya, Selasa, tanggal 11 Juni 2013, pukul 15.00 WIB. Dan tidak ada persidangan lagi. Langsung ke Kepaniteraan, ya? Jadi, kesimpulan itu tidak dibuka di sidang, tapi langsung Kepaniteraan ya, Pemohon, Termohon, dan Terkait.

Setelah itu, Saudara menunggu panggilan dari Mahkamah untuk pengucapan putusan dalam perkara ini, ya. Cukup, ya? Baik. Dengan demikian, sidang dalam Perkara No.57/PHPU.D-XI/2013 Perselisihan Hasil Pemilukada Kabupaten Lombok Timur, saya nyatakan selesai dan sidang ditutup.

SIDANG KETIGA

Sebelumnya, dalam sidang KETIGA telah digelar pada Rabu (5/6) sore. Untuk transkrip risalah sidang ke-3 bentuk tulisannya, dapat didownload pada link dibawah.

Dua pihak: Termohon (KPU Kabupaten Lombok Timur) dan Pemohon (Pasangan No. Urut 3 Sukirman Azmy – M. Syamsul Luthfi (SUFI)) menghadirkan sejumlah saksi pada persidangan tersebut.

Saksi Termohon dengan nama Suhirman mengatakan, Pasangan No. Urut 3 Sukirman Azmy dan M. Syamsul Luthfi mengajukan interupsi usai rapat pleno.

"Pasangan tersebut meminta kotak suara dibuka semua karena mereka tidak puas dengan hasil Pemilukada. Lalu saya jelaskan pada mereka, karena kita rekap di kecamatan tidak mungkin untuk kita bisa membuka kotak," kata Suhirman. Baca selengkapnya…

Tentang iklan-iklan ini
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 372 pengikut lainnya.